Bagi masyarakat urban yang menghadapi kemacetan parah dan ingin mengurangi konsumsi bahan bakar, memilih kendaraan ramah lingkungan menjadi keharusan. Di antara segmen kendaraan listrik tereduksi, persaingan sengit terjadi antara Hybrid Electric Vehicle (HEV) konvensional dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Pertanyaannya: manakah yang merupakan Mobil Paling Efisien untuk kondisi jalanan perkotaan yang didominasi oleh kecepatan rendah dan stop-and-go? Jawabannya terletak pada bagaimana kedua teknologi ini memanfaatkan motor listrik dan kemampuan regeneratifnya. Menentukan Mobil Paling Efisien sangat bergantung pada kebiasaan berkendara harian dan akses ke fasilitas pengisian daya, namun secara umum, keduanya menawarkan solusi yang jauh lebih baik daripada mobil bermesin pembakaran internal murni.
HEV konvensional menggunakan baterai kecil yang diisi ulang secara otomatis melalui pengereman regeneratif dan mesin bensin, tanpa perlu dicolokkan ke listrik eksternal. Di perkotaan, di mana lalu lintas sering berhenti dan bergerak, HEV bersinar. Selama pengereman dan deselerasi, energi kinetik diubah kembali menjadi listrik, mengisi baterai. Motor listrik dapat menggerakkan mobil pada kecepatan rendah (biasanya di bawah 40 km/jam), membuat mesin bensin sering mati dan sangat menghemat bahan bakar. Efisiensi Mobil Paling Efisien jenis ini terbukti saat macet. Sebuah laporan independen oleh Lembaga Riset Otomotif pada Januari 2027 menunjukkan bahwa HEV mencapai penghematan bahan bakar terbaik (hingga 35%) dibandingkan mobil bensin di rute komuter harian yang padat.
Sebaliknya, PHEV memiliki baterai yang jauh lebih besar daripada HEV dan harus diisi ulang dengan mencolokkannya ke sumber listrik (rumah atau SPKLU). Keunggulan PHEV di kota adalah kemampuan mereka berjalan sepenuhnya dengan tenaga listrik untuk jarak yang cukup jauh (biasanya 40 km hingga 70 km), yang dapat menutupi sebagian besar perjalanan harian tanpa menggunakan setetes bensin pun. Jika pengendara memiliki tempat untuk mengisi daya di rumah setiap malam, PHEV adalah Mobil Paling Efisien karena biaya operasional per kilometer menjadi sangat rendah. Namun, jika baterai habis dan tidak diisi, PHEV beroperasi layaknya HEV, bahkan terkadang kurang efisien karena membawa beban baterai yang lebih berat.
Keputusan akhir bergantung pada infrastruktur pribadi. Jika Anda memiliki akses mudah ke stasiun pengisian daya di rumah atau kantor, PHEV memberikan penghematan maksimal. Jika Anda tinggal di apartemen atau tidak memiliki akses charging port, HEV adalah solusi terbaik karena otomatisasi pengisian dayanya. Dalam rangka mendukung transisi energi ini, PLN (Perusahaan Listrik Negara) pada triwulan IV 2027 telah mempercepat pembangunan 1.000 titik SPKLU baru di seluruh pulau Jawa, membuat PHEV semakin layak dipertimbangkan.
Pada akhirnya, baik HEV maupun PHEV mewakili langkah maju yang signifikan. Pilihan yang tepat sebagai Mobil Paling Efisien adalah yang paling sesuai dengan pola mobilitas dan fasilitas charging yang tersedia bagi pengendara di perkotaan.