Busi adalah salah satu komponen vital pada sepeda motor yang sering luput dari perhatian. Padahal, busi memainkan peran kunci dalam proses pembakaran mesin. Kenali busi motor dengan baik, karena busi yang aus dapat menyebabkan berbagai masalah, mulai dari performa yang menurun hingga borosnya bahan bakar.
Salah satu tanda paling jelas busi motor harus diganti adalah mesin sulit dihidupkan. Jika Anda sering menekan tombol starter berkali-kali, atau mesin terasa berat saat dinyalakan, bisa jadi busi sudah tidak optimal. Hal ini menandakan busi gagal memantik api yang kuat.
Performa mesin yang menurun juga menjadi indikasi kuat. Jika motor terasa kurang bertenaga, akselerasinya lambat, atau mesin sering tersendat saat digas, kemungkinan besar busi Anda sudah usang. Busi yang kotor atau aus tidak mampu menghasilkan percikan yang ideal.
Borosnya konsumsi bahan bakar adalah tanda lainnya. Busi yang tidak berfungsi dengan baik menyebabkan pembakaran tidak sempurna. Bahan bakar yang tidak terbakar sepenuhnya akan terbuang sia-sia, membuat Anda harus lebih sering mengisi bensin.
Anda juga bisa melakukan pemeriksaan fisik. Kenali busi motor yang sudah waktunya diganti dengan melihat kondisi ujung busi. Jika elektroda busi terlihat hangus, meleleh, atau bahkan pecah, itu adalah tanda jelas busi sudah tidak layak pakai.
Selain itu, jika busi Anda tertutup kerak hitam atau putih, itu juga merupakan pertanda. Kerak hitam menunjukkan pembakaran yang terlalu kaya, sementara kerak putih menunjukkan pembakaran yang terlalu panas. Kondisi ini merusak busi.
Kenali busi motor yang sehat dengan melihat warnanya. Busi yang normal memiliki warna coklat muda di bagian ujungnya. Warna ini menunjukkan pembakaran yang sempurna. Jika warnanya berbeda, perlu diperiksa lebih lanjut.
Suara mesin yang kasar juga bisa menjadi petunjuk. Busi yang bermasalah menyebabkan pembakaran tidak merata di dalam ruang bakar. Ini dapat menimbulkan getaran dan suara yang tidak biasa pada mesin.
Sebagai bagian dari perawatan rutin, ada baiknya Anda kenali busi motor dan memeriksanya setiap 5.000 hingga 10.000 kilometer. Jika Anda sering melewati medan berat, pemeriksaan bisa dilakukan lebih sering.