Menjadi seorang petugas marshal bukanlah tugas yang ringan. Mereka adalah garda terdepan yang bertanggung jawab atas evakuasi cepat saat terjadi insiden, pemberian sinyal bendera kepada pembalap, hingga pembersihan lintasan dari kotoran atau ceceran oli yang membahayakan. Di pusat pelatihan milik IMI Gorontalo ini, para calon petugas dibekali dengan protokol tanggap darurat yang ketat. Mereka dilatih untuk tetap tenang di bawah tekanan suara mesin yang bising dan kecepatan kendaraan yang tinggi, guna mengambil keputusan sepersekian detik yang dapat menyelamatkan nyawa pembalap.
Selain petugas lapangan, peran juri atau pengawas perlombaan juga menjadi fokus utama dalam kurikulum pelatihan ini. Juri harus memiliki pemahaman mendalam mengenai regulasi teknis dan sportifitas agar jalannya balapan tetap adil. Pelatihan ini mencakup bedah buku peraturan nasional dan internasional, simulasi pengambilan keputusan saat terjadi sengketa antar tim, hingga penggunaan teknologi pemantauan sensor garis finis. Dengan adanya pelatihan yang terstandarisasi, diharapkan setiap keputusan yang diambil oleh juri di Gorontalo bersifat objektif dan bebas dari bias, sehingga menciptakan iklim kompetisi yang sehat.
Fasilitas di IMI Gorontalo ini menekankan pada konsep profesional di lintasan sebagai identitas utama. Para peserta pelatihan tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga menjalani simulasi lapangan yang mendekati kondisi balap sesungguhnya. Mereka dilatih melakukan koordinasi radio yang efektif antar pos, cara menangani kebakaran kendaraan dengan alat pemadam api ringan (APAR) secara cepat, hingga teknik memindahkan kendaraan yang rusak tanpa mengganggu jalannya perlombaan. Profesionalisme ini sangat krusial karena kesalahan kecil dalam pemberian bendera atau keterlambatan evakuasi dapat berdampak besar pada hasil balapan dan keselamatan semua pihak.
Pembangunan pusat pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan taraf penyelenggaraan acara otomotif di Sulawesi. Gorontalo memiliki potensi besar dalam menggelar event balap skala regional maupun nasional. Dengan ketersediaan petugas yang handal, penyelenggara acara tidak perlu lagi mendatangkan tenaga ahli dari luar daerah, yang tentunya lebih efisien secara logistik. Selain itu, sertifikasi yang dikeluarkan oleh pusat pelatihan ini memberikan nilai tambah bagi para petugas, di mana keahlian mereka diakui secara resmi oleh Ikatan Motor Indonesia di tingkat pusat.