Riset IMI Gorontalo: Efektivitas Warna Rompi Marshal dalam Kondisi Debu dan Kabut

Keselamatan para petugas lapangan yang berada di sekitar area sirkuit balap menjadi prioritas utama yang tidak boleh diabaikan dalam setiap penyelenggaraan ajang otomotif. Menghadapi tantangan cuaca yang tidak menentu, tim ahli dari pengurus otomotif daerah Sulawesi Utara meluncurkan sebuah kajian visual yang komprehensif. Melalui pengamatan teknis ini, riset IMI Gorontalo memfokuskan analisis pada tingkat keterbacaan posisi personel dari sudut pandang pembalap berkecepatan tinggi. Visibilitas yang jelas menjadi elemen proteksi mutlak agar para petugas terhindar dari risiko tertabrak saat terjadi insiden darurat di lintasan. Oleh karena itu, pengorganisasian petugas demi evakuasi yang taktis harus didukung oleh sarana perlengkapan visibilitas tinggi yang sesuai standar keselamatan internasional.

Kondisi lintasan tanah yang kering sering kali menghasilkan gumpalan debu pekat yang secara drastis mengurangi jarak pandang para pembalap di arena. Situasi serupa juga terjadi saat kabut tebal turun menyelimuti sirkuit pada pagi atau sore hari, yang membuat warna pakaian konvensional menjadi samar. Kegagalan pembalap dalam mengidentifikasi keberadaan personel di tepi jalur balap dapat berakibat fatal pada keselamatan bersama.

Dalam uji coba optik yang dilakukan, tim peneliti menguji beberapa varian warna fluoresen di bawah berbagai tingkat kepekatan partikel udara. Data laboratorium menunjukkan bahwa warna hijau limau dan jingga pekat memiliki daya tembus pandang yang paling stabil dalam memantulkan cahaya di tengah kepungan debu. Rekomendasi material kain berspesifikasi retroreflektif mulai diwajibkan untuk seluruh seragam petugas sirkuit daerah.

Pelatihan berkala mengenai prosedur penyelematan diri bagi para marshal juga ditingkatkan agar mereka mampu mengambil posisi berlindung yang aman saat bendera kuning dikibarkan. Pemahaman geometris sirkuit membantu petugas dalam menentukan sudut evakuasi terbaik tanpa mengganggu jalannya perlombaan yang masih berlangsung. Sinergi antara teknologi material dan kesiapan personel menjadi kunci sukses pengelolaan risiko.

Dengan diimplementasikannya hasil kajian keselamatan ini, standar penyelenggaraan kejuaraan balap di wilayah Gorontalo diharapkan dapat berjalan dengan tingkat keamanan yang lebih tinggi. Kontribusi pemikiran ilmiah dari lembaga otomotif daerah ini menjadi bukti nyata komitmen dalam menciptakan iklim kompetisi yang profesional dan aman bagi semua pihak.