Kegiatan berkendara jarak jauh atau yang populer dengan istilah touring biasanya dilakukan untuk menikmati pemandangan alam atau sekadar menguji ketahanan mesin kendaraan. Namun, komunitas otomotif di Gorontalo memberikan sentuhan yang berbeda dan jauh lebih bermakna. Melalui program bertajuk Touring Religi, para pecinta otomotif di daerah yang dijuluki “Serambi Madinah” ini mengubah perjalanan mereka menjadi misi pengabdian. Alih-alih hanya singgah untuk berfoto, mereka menjadikan setiap destinasi sebagai tempat untuk menanam kebaikan, menciptakan harmoni antara hobi otomotif dan tanggung jawab spiritual kepada sang pencipta.
Fokus utama dari kegiatan yang digagas oleh IMI Gorontalo ini adalah memberikan kontribusi nyata bagi fasilitas umum keagamaan. Setiap kali rute direncanakan, tim survei akan mendata masjid atau rumah ibadah yang membutuhkan perhatian ekstra di sepanjang jalur yang dilewati. Para peserta tidak hanya datang dengan membawa helm dan jaket pelindung, tetapi juga membawa peralatan kebersihan dan cat. Sesampainya di lokasi, mereka akan melakukan Aksi Bersih secara gotong royong, mulai dari membersihkan area tempat wudu, menyapu halaman, hingga merapikan bagian dalam rumah ibadah agar jamaah merasa lebih nyaman saat menjalankan ibadah.
Partisipasi dalam merawat Rumah Ibadah ini mencerminkan karakter masyarakat Gorontalo yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menghapus stigma negatif tentang komunitas motor yang sering dianggap eksklusif atau mengganggu ketertiban. Dengan turun langsung menyikat lantai masjid atau membersihkan saluran air di sekitar rumah ibadah, para anggota komunitas menunjukkan sisi rendah hati dan kepedulian. Warga lokal yang melihat aksi ini seringkali merasa terharu dan ikut bergabung, menciptakan interaksi sosial yang sangat positif antara “orang kota” yang hobi otomotif dengan masyarakat pedesaan.
Selain aspek kebersihan, program di wilayah Gorontalo ini juga sering kali dibarengi dengan donasi peralatan pendukung ibadah, seperti sajadah baru, kitab suci, atau alat pengeras suara jika diperlukan. Dana yang digunakan merupakan hasil swadaya murni dari para anggota komunitas yang menyisihkan sebagian uang bensin mereka untuk kepentingan umat. Hal ini membuktikan bahwa hobi yang mahal sekalipun dapat memberikan manfaat sosial jika dikelola dengan hati yang tulus. Perjalanan lintas kabupaten bukan lagi sekadar mengejar kecepatan, melainkan mengejar keberkahan di setiap kilometer yang dilalui.